Thursday, November 5, 2015

Rubber





Getah Karet

          Rubber atau Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin), sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila), Euphorbiaceae lainnya, serta dandelion. Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. Sekarang, getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan. Wikipedia

Industri Hilir Karet

          Industri karet di Indonesia.
 Perkembangan karet Indonesia saat ini sangat memperhatikan dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia karena produktivitas , karena kurangnya pembinaan dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Biarpun dikatakan bahwa Indonesia memiliki lahan karet terluas di dunia tetap saja dalam hal produktivitas masih jauh ketinggalan, apalagi dengan adanya persaingan karet sintetis membuat produk karet lateks semakin kalah bersaing, padahal dari segi kualitas karet alam jauh lebih unggul dibanding karet alam

Pengolahan lateks

          Bagaimanapun, keunggulan karet alam sulit ditandingi oleh karet sintetis. Ada pun kelebihan-kelebihan yang dimiliki karet alam dibanding karet sintetis adalah sebagai berikut :
a. Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna.
b. Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.
c. Mempunyai daya aus yang tinggi.
d. Tidak mudah panas (low heat build up)
e. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan (groove f. cracking resistance)
g. Dapat dibentuk dengan panas yang rendah.
h. Memiliki daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan.
Sedangkan kekurangan Karet alam adalah harganya yang selalu berubah-rubah yang membuat rusaknya harga pasar dan para produsennya risau
a. Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna,
b. Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.
c. Mempunyai daya aus yang tinggi,
d. Tidak mudah panas (low heat build up),dan
e. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan (groove cracking resistance) 
Walaupun demikian,karet sintetis memiliki kelebihan seperti tahan terhadap berbagai zat kimia dan harganya yang cendrung bisa dipertahankan supaya tetap stabil.

pengolahan Crumb Rubber

          Karena limbah karet memiliki dampak yang sangat besar terhadap lingkungan seperti kerusakan air dan polusi udara (  bila karet dibakar ). Dengan perkembangan teknologi sekarang limbah karet dapat dijadikan berbagai macam produk, tetapi sebelumnya limbah tersebut di jadikan Granul atau Rubber crumb ( Crumb Rubber ). Produk Rubber crumb dapat menghasilkan produk lainnya sepeti karet sol sepatu / sandal, Krabber, Kompoun, karpet sapi, karpet kuda, floor rubber, Fender kapal dsb

Rubber running track construction

          Karet merupakan bahan kebutuhan umat manusia, mulai dari sepatu, sandal, karpet karet untuk sport, fender kapal, konstruksi atau infrastruktur sipil dsb. Bila Indonesia bisa menggali potensi karet lebih maju lagi dengan mengolah karet menjadi bahan industri atau lainnya, disamping mengolah limbah karet lebih baik lagi tentunya tidak perlu lagi mengimpor karet sintetis atau produk lainnya yang berhubungan dengan karet. Barangkali diperlukan entrepreneur yang mau terbeban dengan masalah karet di Indonesia.
Terima kasih telah membaca tentang perihal Rubber atau Karet

God bless you

Rubber

Bila ingin memperoleh informasi produk karet hubungi kami






No comments:

Post a Comment